Social Icons

Minggu, 04 November 2012

Opini Tentang Bulan Bahasa



Bulan Oktober biasanya disebut juga bulan bahasa. Yang dimaksud tentu bahasa Indonesia. Sebab dibulan inilah Bahasa Indonesia pertama kali dikumandangkan sebagai bahasa nasional dan sekaligus bahasa pemersatu di Republik Indonesia. Namun apa yang ter jadi di masa sekarang? Bahasa Indonesia khususnya sastra Indonesia sudah mulai luntur. Buktinya biasa kita lihat di surat kabar, buku-buku, dan majalah rata-rata sudah mencampurnya dengan bahasa asing khususnya Bahasa Inggris. Padahal di dalam bahasa Indonesia sudah ada kata yang sepadan dengan kata tersebut, namun tetap masih saja ada pengunaan bahasa asing yang seharusnya tidak perlu.
Terlepas dari maksud dan tujuan menggunakan campuran bahasa asing atau bahkan merasa lebih mantap dengan bahasa asing, yang pasti bahasa Indonesia tetaplah harus dipertahankan sebagai bahasa nasional. Dan siapakah yang paling berkepentingan mempertahankan bahasa Indonesia, bila bukan bangsa Indonesia sendiri? Terlepas dari semua itu kita dapat bercermin dengan negara-negara lain yang menjungjung tinggi bahasa national mereka. Selain itu kita juga perlu membuat bahasa menjadi menarik agar para orang asing yang datang ke Indonesia mau mempelajari bahasa Indonesia walaupun hanya dasar- dasrnya saja.
Terlepas dari melestarikan Bahasa Indonesia, kiat sebagai warga daerah juga harus berusaha melestarikan bahasa daerah. Karena bahasa daerah adalah bahasa bahasa ibu atau bahasa awal daru kita semua, sedangkan bahasa Indonesia merupakan bahasa bahasa nasional dan bahasa resmi Indonesia. Selain itu bahasa daerah merupakan warisan budaya bangsa yang harus dilestarikan. Ini terbukti dengan undang-undang yang dikeluarkan oleh pemerintah yaitu   Undang-Undang Nomor 24/2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara yang di dalamnya mengatur pentingnya perlindungan, pelestarian dan pembinaan bahasa daerah.







Opini Tentang Sumpah pemuda
Oleh : I Komang Karsana
Seberapa besarkah kita masih mengingat peristiwa Sumpah Pemuda, khususnya di kalangan generasi muda sekarang?. Mungkin bagi mereka-mereka yang sudah dewasa masih mengingat bagaimana cerita perjuangan hingga pahlawan kita bisa melahirkan Hari Sumpah Pemuda. Tidak hanya cerita, di sekolah pun dalam pelajaran sejarah dikupas secara mendalam, bahkan isi dari Sumpah Pemuda itu wajib dihapalkan oleh setiap siswa. Bukan hanya sekedar tau tentang sumpah pemuda tersebut, diajarkan juga tentang makna dari sumpah pemuda itu sendiri, serta dapat melaksanakannya.
Namun kenyataan berkata lain, para penerus bangsa yang seharusnya melaksanakan ajaran yang terkandung dalam sumpah pemuda malah lupa tentang hal tersebut. Berbagai perilaku buruk muncul seiring perkembangan jaman yang di lakukan oleh kaum pelajar. Tauran pelajar adalah salah satu kulakuan remaja yang yang lupa dengan makna sumpah pemuda. Aksi tauran ini kebanyakan dilakukan oleh kaum pelajar atau mahasiswa yang seharuanya bahu membahu untuk membangun bangsa. Bukannya malah saling membunuhuntuk menghancurkan bangsa.
Entah sudah berapa banyak teman kita yang sudah saling membunung untuk hal yang tidak penting. Dan sudah berapa masyarakat yang geram akibat kelakuan para remaja yang membahayakan jiwa mereka dan merugikannya. Seharusnya mereka menuntut ilmu dengan kemajuan teknologi guna memajukan bangsanya sendiri.
Entah apa yang memicu tauran tersebut? Apakah perkembangan jaman merupakan penyebabnya? Bukankah dengan perkembangan jaman para penerus bangsa bisa lebih mudah untuk memajukan bangsa Indonesia. Atau mungkin perkembangan jaman itu dapat mempengaruhi pola pikir para penerus bangsa  ke arah yang negatif.  Entah bagaimana pola pikir para remaja itu yang melakukan tauran, apakah mereka tidak memikirkan apa dampak positif dan dampak negatifnya, ataupun membandingkan antara kedua dampak tersebut
Menyikapi permasalahan ini, sudah selayaknya kita meminta kepada kalangan generasi muda agar nilai-nilai Sumpah Pemuda harus terus dihayati, dalam menghadapi berbagai persoalan nasional maupun internasional, jangan hanya hapal dengan bunyi sumpah pemuda bila tdak melaksanakan apa makna dari sumpah pemuda tersebut. Sumpah Pemuda diwujudkan untuk menyatukan satu rasa tanggung jawab dan kebersamaan pemuda untuk mewujudkan cita-cita bangsa dan negara. Oleh karena itu, generasi muda diminta untuk terus memegang kemurnian Sumpah Pemuda sebagai alat pemersatu Bangsa. Di sisi lain, sekolah juga harus ikut bertanggung jawab guna menjaga kemurnian Sumpah Pemuda, dengan mengamalkan sifat cinta Tanah Air.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar